Pendapat Fayakhun Andriadi tentang Menabung
Fayakhun Andriadi selain
sebagai politisi juga dikenal sebagai orang yang peduli terhap keadaan sosial
masyarakat di sekitarnya. Beberapa kali beliau, di tengah jadwalnya yang padat
sebagai ketua DPD Partai Golkar DKI jakarta masih bisa menyempat diri menulis.
Beberapa kali Fayakhun mengajak masyarakat untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan
baik. Salah satu yang pernah dituliskan olehnya adalah mengenai pentingnya
kebiasaan menabung. Berikut kutipan tulisan Fayakhun Andriadi di Kompasiana:
Penguatan ekonomi kelas menengah
tidak boleh berkembang secara sensasional saja, tanpa diimbangin dengan
tumbuhnya kesadaran tata kelola keuangan yang lebih rasional. Kelas menengah di
Indonesia harus merubah tradisi pengelolaan keuangan pribadi atau keluarganya,
dari yang sebelumnya tradisional-konvensional menjadi rasional-profesional.
Kebiasaan tata kelola keuangan model lama harus sudah ditinggalkan dan beralih
pada yang baru. Salah satu tradisi pengelolaan keuangan yang sehat adalah
budaya menabung. Menabung bagian dari tata kelola keuangan yang rasional dan
prospektif.
Tradisi menabung menunjukkan cara
pandang yang jauh kedepan. Dengan menabung, sebuah masyarakat berarti memiliki
rencana jangka menengah dan panjang tentang apa yang ingin dicapainya di masa
depan. Selain itu, tradisi menabung juga mengindikasikan bahwa sebuah
masyarakat bersifat antisipatif. Mereka menabung untuk mengantisipasi jika
terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti pemutusan hubungan kerja, mengalami
kecelakaan, sakit, atau hal-hal lainnya.
Tabungan menjadi “kotak”
penyelamat, ketika seseorang dihadapkan pada kondisi-kondisi seperti itu.
Fungsi utama dari tradisi menabung adalah sebagai ketahanan finansial. Menabung
adalah “benteng” yang mencegah seseorang dari segala bentuk ancaman krisis
keuangan yang mungkin menjeratnya. Menabung menjadi “tembok” kokoh yang
memproteksi finansial seseorang. Tradisi menabung harus digalakkan pada
masyarakat kelas menengah kita. Karena ini berkaitan dengan ketahanan finansial
negara Indonesia secara keseluruhan.
Semakin tingginya jumlah kelas
menengah di negara kita menunjukkan semakin besarnya peranan mereka sebagai
“benteng” ketahanan finansial nasional. Jika ketahanan finansial kelas menengah
kita rapuh, maka ketahanan finansial secara nasional juga akan mudah ambruk.
Demikian juga sebaliknya: kuatnya ketahanan finansial kelas menengah kita
simetris dengan kuatnya ketahanan finansial pada tingkat negara. Lebih dari
itu, ketahanan finansial kelas menengah merupakan salah satu kunci dari
ketahanan nasional secara umum. Kuat-lemahnya basis finansial sebuah negara
sangat menentukan ketahanan nasionalnya. Jadi, penggalakan tradisi menabung
pada kelas menengah kita paralel dengan ketahanan finansial nasional dan ketahanan
nasional itu sendiri.
Komentar
Posting Komentar